Kata pengantar
Assalamualaikum wr.wb.
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah
memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil
menyelesaikan Makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul
“BIOSFER”. Makalah ini berisikan tentang informasi pengertian biosfer. Kami
menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik
dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi
kesempurnaan makalah ini. Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua
pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai
akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin
Daftar Isi
Kata Pengantar......................................................................................................................................
1
Daftar
Isi……………………………………………………………………………………………………………………………… 2
Bab I Pendahuluan
Latar
Belakang………………………………………………………………………………………………………… 3
Permasalahan……………………………………………………………………………………………………………
3
Bab II Pembahasan
Faktor-faktor yang mempengaruhi
Biosfer
1. Faktor
Abiotik…………………………………………………………………………………………..
4
2. Faktor Biotik……………………………………………………………………………………………. 4
Persebaran
Flora dan Fauna di permukaan bumi
1. Lingkungan
darat………………………………………………………………………………………. 5
2. Lingkungan air tawar…………………………………………………………………………………
7
3. Lingkungan air laut…………………………………………………………………………………….
7
Persebaran Flora dan Fauna di Indonesia
Persebaran
Flora di Indonesia……………………………………………………………………….. 9
Persebaran Fauna di Indonesia……………………………………………………………………….
9
Dampak Kerusakan Flora dan Fauna Terhadap Kehidupan…………………………………………. 11
Bab
III Kesimpulan……………………………………………………………………………………………………………….. 13
Daftar
Pustaka……………………………………………………………………………………………………………………… 14
Bab I
Pendahuluan
Latar Belakang
Saya
dengan membuat makalah ini untuk
menambahkan wawasan tentang biosfer untuk belajar tentang geografi yang
berjudul BIOSFER. Dan semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua.
Pembahasan
1.
Menanalisis
fenomena Biosfer
2.
Menganalisis
persebaran hewan dan tumbuhan
Bab II
Pembahasan
Faktor faktor yang mempengaruhi biosfer
1. Faktor Abiotik
faktor abiotok terdri dari faktor
klimatik (iklim), faktor edafik (tanah), dan faktor fisiografi (ketinggian
tempat dan bentuk lahan).
a.
faktor klimatik/iklim, yang mempengaruhi kehidupan antara lain yaitu
temperatur, kelembapan, angin, dan curah hujan.
·
temperatur, keadaan suhu setiap
tempat di muka bumi berbeda-beda karena dipengaruhi oleh intensitas penyinaran
matahari.
·
kelambapan udara, tingkat kelembapan
sangat berpengaruh khususnya terhadap persebaran flora dan fauna. karena ada
tumbuhan yang hanya bisa bertahan hidup didaerah tertentu seperti daerah
lembab, kering, dan daerah yang sangat lembab.
·
angin, berperan dalam persebaran
tumbuhan dipermukaan bumi.
·
curah hujan, mempengaruhi persebaran
tumbuhan dipermukaan bumi. karena tumbuhan membutuhkan air yang sumber utamanya
berasal dari air hujan.
b. faktor edafik/ tanah, tingkat kesuburan tanah sangat mempengaruhi pertumbuhan
flora. keadaan tanah yang mempengaruhi pertumbuhan flora yaitu tekstur tanah,
tingkat kegemburan tanah, humus dan unsur hara, air, dan udara.
c. faktor fisiografi/ ketinggian
tempat, sangat mempengaruhi pertumbuhan
flora di permukaan bumi. pada setiap ketinggian tertentu tumbuh jenis tanaman
tertentu karena ketinggian suatu tempat sangat mempengaruhi perubahan suhu.
sehingga jenis tumbuhan pada setiap ketinggian tempat berbeda-beda.
2. Faktor Biotik
faktor biotik yang sangat
berpengaruh terhadap persebaran flora dan fauna yaitu manusia. manusia dapat
membudidayakan beberapa jenis flora dan fauna.
Persebaran flora dan
fauna di muka bumi dipengaruhi oleh 3 faktor utama, yaitu :
1. Penyebab Persebaran
1. Tekanan Populasi, semakin banyak /bertambahnya
populasi akan menyebabkan kebutuhan akan persediaan bahan makanan menjadi
semakin sulit dipenuhi sehingga menyebabkan migrasi.
2. Persaingan, ketidakmampuan fauna dalam bersaing
dalam memperebutkan wilayah kekuasaan dan bahan makanan yang dibutuhkan juga
mendorong terjadinya migrasi ke daerah lain
3. Perubahan Habitat, berubahnya lingkungan tempat
tinggal dapat menyebabkan ketidakmampuan dalam beradaptasi terhadap perubahan
tersebut dan menjadi merasa tidak cocok untuk terus menempati daerah asal.
2. Sarana Persebaran
1. Udara, dengan media udara fauna dapat bermigrasi
dari kekuatan terbang sedangkan flora dapat menggunakan angin untuk bermigrasi
dari berat-ringannya benih.
2. Air, kemampuan fauna dalam berenang terutama
hewan-hewan air menyebabkan perpindahan mudah terjadi. Benih tumbuhan
dapat terangkut dan berpindah tempat dengan menggunakan media aliran air sungai
atau arus laut.
3. Lahan, hampir semua fauna daratan menggunakan
lahan sebagai media untuk berpindah tempat.
4. Pengangkutan Manusia, baik secara sengaja
ataupun tidak manusia dapat menyebabkan perpindahan flora dan fauna.
3. Hambatan (barier)
Persebaran
1. Hambatan Iklim, keadaan iklim terutama yang
bersifat ekstrim dapat dapat menghambat persebaran misalnya kondisi temperatur,
kelembaban udara dan curah hujan.
2. Hambatan Edafik (tanah), tanah sangat
berpengaruh bagi tanaman/tumbuhan karena sangat memerlukan unsur-unsur penting
dalam tanah yaitu unsur hara, udara, kandungan air yang
cukup. Lapisan tanah yang tipis dan keras membuat hewan-hewan yang terbiasa
menggali tanah dan bertempat tinggal di dalam tanah memilih mencari daerah yang
lapisan tanahnya tebal dan gembur.
3. Hambatan Geografis, bentang alam muka bumi dapat
menghambat persebaran flora dan fauna seperti samudera, padang pasir, sungai
dan pegunungan.
4. Hambatan Biologis, kondisi lingkungan yang cocok
untuk hidup serta persediaan bahan makanan yang melimpah menjadi faktor
penghambat flora dan fauna dalam bermigrasi. Hal ini berkaitan dengan kecocokan
dengan kondisi alam.
Sumber(LKS Geografi X1 IPS Drs.Sutoyo)
Persebaran flora di permukaan bumi
Ilmu
yang mempelajari penyebaran tumbuhan dipermukaan bumi dalah Fitogeografi.
Persebaran flora dipermukaan bumi dibagi menjadi beberapa habitat yaitu
lingkungan darat, lingkungan air tawar, dan lingkungan air laut.
1. Lingkungan
darat
Tundra, tundra berarti daratan tanpa pohon. tundra merupakan suatu
vegetasi yang hanya terdiri dari berbagai jenis lumut. persebaran tundra
terdapat di bagian utara Skandinavia, Finlandia, Siberia, Rusia, dan Kanada.
hewan yang terdapat di tundra misalnya kelinci, burung hantu, serigala, rusa,
dan domba.
Taiga (Hutan Conifer), adalah hutan yang pohonnya berdaun jarum. taiga terletak didaerah yang lintangnya 45 derajat LU- 47 derajat LU. tumbuhannya meliputi picea, alder dan birc. ciri khas vegetasi taiga yaitu pohon fir, spuce, dan tamarack. persebaran wilayahnya di Rusia, Siberia Utara. jenis hewan yang hidup didaerah ini adalah serigala, beruang, rusa, bajing, burung gagak hitam, dan berbagai burung berkicau.
Hutan Meranggas daerah iklim sedang, jenis hutan ini terdapat didaerah iklim dingin, yang musim saljunya lebih dari tiga bulan dan didaerah sedang dengan empat musim (panas, dingin, semi, dan gugur).
ciri khas hutan meranggas yaitu
hutannya selalu hijau pada musim panas, pada musim dingin daunnya berguguran,
pada musim gugur menjelang gugurnya daun-daun, timbul warna-warni pada
daun-daun karena proses disintegrasi kimia yang terjadi pada daun. jenis hutan
ini tersebar diwilayah Amerika Serikat bagian timur, Inggris, Australia, dan
ujung selatan benua Amerika. jenis vegetasinya yaitu beec, maple, dan oak.
Padang Rumput, padang rumput yang luas disebut stepa. padang rumput
terdapat diselatan daerah hutan meranggas yang curah hujannya tidak begitu
besar dengan suhu yang lebih tinggi. persebaran padang rumput di bumi terdapat
di Hongaria, Rusia Selatan, Amerika Selatan, Amerika Utara, dan Asia.
Sabana, adalah padang rumput yang luas dan diselingi pohon-pohon tinggi.jenis dauna yang terdapat didaerah sabana misalnya jerapah, kijang, zebra, singa, dan macan tutul. sabana biasanya terdapat pada daerah iklim tropis dan subtropis.
Hutan Trofik Basah,terdapat disepanjang khatulistiwa yaitu didaerah yang memiliki ciri-ciri yaitu intensitas sinar matahari tinggi, suhu selalu tinggi, amplitudo harian maupun tahunan relatif tinggi, dan curah hujan tinggi.
hutan tropik basah merupakan suatu
tipe vegetasi yang hijau sepanjang tahun, yang terdiri dari pohon-pohon tinggi.
dihutan tersebut banyak tumbuh berbagai efifit maupun liana, keadaan pohonya
rapat-rapat sehingga sinar matahari tidak dapat tembus kedasar hutan.
persebaran hutan tropik basah terdapat di Asia, Afrika, Amerika dan Indonesia.
jenis hewan yang hidup seperti di Asia terdapat orang utan dan siamang, di
Afrika terdapat gorila dan simpanse, sedangkan di Amerika Selatan
adalah jaguar.
Hutan Musim, hutan musim terdapat didaerah yang memiliki iklim musim dan terdiri dari pohon yang tahan kekeringan. ciri khas hutan musim yaitu sebagian besar pohonnya terdiri dari trofofita, yaitu pohon yang daunnya berguguran pada musim kemarau, daunnya menjadi hijau kembali pada musim hujan, pohonnya tinggi-tinggi dan jarak antara pohon yang satu dengan yang lain berjauhan, sinar matahari dapat tembus kedasar hutan. di Indonesia, hutan musim terdapat di Jawa tengah ke Timur sampai di Nusa Tenggara Timur. jenis hewan yang hidup yaitu babi hutan, rusa, harimau, dan kijang.
Hutan Mangrove (Hutan Bakau), persebarannya banyak di daerah tropik dan subtropik atau sepanjang pantai yang landai. ciri khusus yang terdapat pada hutan bakau adalah kekurangan oksigen baik dalam air maupun dalam tanah, kadar garamnya tinggi, pohonnya berdaun tebal dan kaku, terkena pasang naik dan surut air laut, pohonnya terdiri dari pohon bakau (rhizophora), pohon kayu api (avicennia), bogem (bruguiera).
persebaran hutan mangrove di
Indonesia terdapat disepanjag pantai Timur Sumatera, pantai Barat dan Selatan
Kalimantan dan sepanjang pantai-pantai yang rendah di Papua. Hutan bakau yang
terluas di Indonesia terdapat di Papua.
Hutan Berkayu Keras, terdapat di daerah iklim tropis yang kering pada musim panas atau menurut iklim koppen terdapat diwilayah yang beriklim Cs dan terletak pada lintang 30 - 40 derajat LU/LS. ciri-cirinya yaitu pohonnya pendek-pendek, kayunya keras dan berdaun keras, tumbuhan penutupnya terdiri dari semak, jenis tumbuhannya yaitu zaitun.
2. Lingkungan air tawar
Lingkungan air tawar meliputi sungai, danau, dan kolam. lingkungan air tawar yang banyak kehidupannya banyak terdapat pada zone fotik, yaitu bagian perairan yang sinar mataharinya masih dapat tembus kedasar. ciri-ciri dari lingkungan air tawar yaitu kadar garamnya rendah, adanya aliran air, serta dipengaruhi iklim dan cuaca. jenis vegetasi yang hidup di lingkungan air tawar misalnya teratai, enceng gondok, diatomae, ganggang biru, dan ganggang hijau. secara fisik , lingkungan air tawar terdiri dari tiga daerah yaitu:
1. Litoral, merupakan daerah air yang dangkal, sehingga sinar matahari dapat tembus sampai kedasar. organisme yang hidup di daerah ini seperti tumbuhan berakar, cacing, udang dan plankton.
2. Limnetik, merupakan daerah air yang terbuka dan cahaya matahari masih dapat menembus kedasar. organisme yang hidup didaerah ini antara lain nekton, dan plankton.
3. Profundal, merupakan daerah dasar air yang dalam dan cahaya matahari tidak dapat tembus sampai kedasar.
Lingkungan air tawar meliputi sungai, danau, dan kolam. lingkungan air tawar yang banyak kehidupannya banyak terdapat pada zone fotik, yaitu bagian perairan yang sinar mataharinya masih dapat tembus kedasar. ciri-ciri dari lingkungan air tawar yaitu kadar garamnya rendah, adanya aliran air, serta dipengaruhi iklim dan cuaca. jenis vegetasi yang hidup di lingkungan air tawar misalnya teratai, enceng gondok, diatomae, ganggang biru, dan ganggang hijau. secara fisik , lingkungan air tawar terdiri dari tiga daerah yaitu:
1. Litoral, merupakan daerah air yang dangkal, sehingga sinar matahari dapat tembus sampai kedasar. organisme yang hidup di daerah ini seperti tumbuhan berakar, cacing, udang dan plankton.
2. Limnetik, merupakan daerah air yang terbuka dan cahaya matahari masih dapat menembus kedasar. organisme yang hidup didaerah ini antara lain nekton, dan plankton.
3. Profundal, merupakan daerah dasar air yang dalam dan cahaya matahari tidak dapat tembus sampai kedasar.
3. Lingkungan air laut
Luas Lingkungan air laut dipermukaan bumi kira-kira 70%. secara fisik lingkunga laut terdiri dari tiga zona yaitu:
1. zona fotik, bagian laut yang masih tembus cahaya matahari, kedalamannya antara 10 - 200 meter. daerah fotik yang terdalam terdapat didaerah tropik, sedangkan yang terdangkal terdapat didaerah kutub utara dan selatan.
2.daerah yang masih tembus cahaya matahari secara remang-remang, kedalamannya antara 200 - 2000 meter.
3. zona afotik, bagian dari laut yang tidak tembus sinar matahari.
Luas Lingkungan air laut dipermukaan bumi kira-kira 70%. secara fisik lingkunga laut terdiri dari tiga zona yaitu:
1. zona fotik, bagian laut yang masih tembus cahaya matahari, kedalamannya antara 10 - 200 meter. daerah fotik yang terdalam terdapat didaerah tropik, sedangkan yang terdangkal terdapat didaerah kutub utara dan selatan.
2.daerah yang masih tembus cahaya matahari secara remang-remang, kedalamannya antara 200 - 2000 meter.
3. zona afotik, bagian dari laut yang tidak tembus sinar matahari.
Persebaran Fauna di Permukaan Bumi
secara umum persebaran fauna dunia dikelompokan menjadi beberapa kawasan sebagai berikut:
secara umum persebaran fauna dunia dikelompokan menjadi beberapa kawasan sebagai berikut:
1. Region Paleartik,
wilayahnya meliputi Eropa, Rusia, Pantai Pasifik Barat, Jepang, dan Afrika
Utara. jenis faunanya yaitu kelinci, tikus, kelelawar, anjing, rusa kutub, dan
beruang.
2. Region Nearitik,
wilayahnya meliputi Amerika Utara, Meksiko Tengah, dan Greenland. jenis
faunanya yaitu kura-kura, ular berbisa, dan kalkun.
3. Region Neotropik,
wilayahnya meliputi Amerika Selatan, Amerika Tengah, Meksiko,dan Kepulauan
Hindia Barat. jenis fauna nya seperti ikan piranha, belut listrik, tapir lama
(jenis unta).
|
|
4.Region Oriental,
wilayahnya meliputi Indonesia, Malaysia, Indo Cina, dan India. jenis faunanya
seperti beruang, tapir, rusa, tikus pemakan serangga, dan banteng.
5. Region Australia, wilayahnya meliputi Australia, tasmania, dan Papua. jenis faunanya seperti Kangguru, Koala, cendrawasih, kasuari, kakaktua, dan merpati.
6. Region Ethiopian, wilayahnya meliputi Afrika, Gurun Sahara, dan Madagaskar. jenis faunanya seperti zebra, singa, gajah Afrika, dan kuda Nil.
Persebaran Flora dan Fauna di Indonesia
Persebaran Flora di Indonesia
ciri khas flora di Indonesia antara lain:
- Umumnya vegetasinya selalu hijau
- Jumlah dan tumbuhan banyak
- Jenis tumbuhan endemik banyak
Secara khusus flora di Indonesia terbagi menjadi
tiga yaitu :
- Bagian barat termasuk region flora Asia,
- Bagian Timur termasuk region Australia,
- Bagian tengah termasuk flora peralihan.
contoh beberapa spesies yang bersifat endemik di Indonesia
adalah sebagai berikut:
- Burung cenrawasih di Papua
- Burung Maleo di Sulawesi
- Komodo di pulau Komodo
- Anoa di Sulawesi
- Rafflesia Arnoldi terdapat di pulau Sumatera dan penyebarannya disepanjang bukit barisan dari NAD samapai lampung.
- Bunga bangkai (Amorphophallus titanum) merupakan flora khas Indonesia yang terdapat dipulau sumatera.
penyebaran flora di Indonesia secara horizontal adalah sebagai berikut:
1.
Indonesia
bagian barat, cirinya tipe hutannya heterogen,
pohonnya berjenis-jenis, sehingga masih lebat dengan curah hujan tinggi, dan
sering disebut hutan hujan tropis.
2.
Indonesia
bagian tengah, cirinya tipe hutannya homogen/
sejenis hutan musim. pada saat musim kemarau pepohonannya banyak yang gugur dan
curah hujan sedang. contohnya hutan jati Jawa Tengah.
3.
Indonesia
bagian Timur, ciri iklimnya makin kering, curah
hujan sedikit/ rendah, sehingga banyak dijumpai sabana dan stepa, tipe hutannya
homogen.
Persebaran Fauna di Indonesia
Fauna di Indonesia mencerminkan posisinya diantara Benua Asia (Oriental) dan Benua Australia (Australian). secara geologis kepulauan Indonesia terbagi atas tiga wilayah, yaitu bagian Barat yang menyatu dengan benua asia disebut landas kontinen sunda (paparan sunda), bagian tengah disebut wilayah peralihan, sedangkan bagian timur Indonesia menyatu dengan benua Australia disebut landas kontinen sahul atau paparan sahul.
Diantara landas kontinen sunda dengan wilayah peralihan terdapat batas flora dan fauna asia yang disebut garis Wallace. sedangkan antara wilayah peralihan dengan landas kontinen sahul terdapat batas flora dan fauna Australia yang disebut garis Weber.
1.
Garis
Wallace, adalah garis khayal yang membatasi
jenis faua dan flora Asiatis dengan jenis fauna dan flora peralihan.
2.
Garis
Weber, adalah garis khayal yang membatasi
fauna dan flora peralihan dengan jenis fauna dan flora Australis.
faktor-faktor yang mempengaruhi penyebaran hewan:
1.
perbedaan jenis tumbuhan, erat
hubungannya dengan jenis binatang.seperti hewan yang hidup di hutan rimba
berbeda dengan yang hidup di padang rumput.
2.
perbedaan jenis permukaan bumi,
contohnya binatang-binatang yang hidup di air lebih lincah dan luas daya
geraknya daripada yang hidup didaratan.
3.
pengaruh alam, contohnya
binatang menyusui didarat ditentukan oleh pengaruh alam, yaitu karena adanya
rintangan dan hubungan dengan daratan.
Persebaran fauna di Indonesia di bagi menjadi tiga wilayah:
1) Wilayah Fauna Indonesia Barat
wilayah fauna Indonesia barat meliputi pulau
Sumatera, pulau Bali, pulau Jawa, pulau Kalimantan serta pulau-pulau kecil
disekitarnya. region fauna Indonesia barat sering disebut wilayah fauna
tanah sunda. wilayah fauna indonesia tengah dengan wilayah paparan sunda
dibatasi oleh garis wallace.
Jenis fauna wilayah Indonesia Barat:
a. mamalia, terdiri atas gajah, badak bercula satu, rusa. banteng, kerbau,
monyet, prang utan, macan, tikus, anjing, beruang, kijang, ajag, kelelawar,
landak, babi hutan, kancil, dan kukang.
b. reptil, terdiri atas buaya, kura-kura, kadal, ular, tokek, biawak,
bunglon, dan trenggiling.
c. burung, terdiri atas burung hantu, elang, jalak, merak, kutilang, dan
berbagai macam unggas.
d. berbagai macam serangga (insekta)
e. berbagai macam ikan air tawar dan pesut, yaitu sejenis
lumba-lumba dari sungai mahakam.
2) Wilayah Fauna Indonesia Tengah (wilayah
Wallace)
wilayah fauna Indonesia tengah sering disebut wilayah
fauna Wallacea (peralihan). region ini terdiri dari Pulau Sulawesi dan
kepulauan di sekitarnya, kepulauan Nusa Tenggara, Pulau Timor dan kepulauan
Maluku. jenis faunanya antara lain:
a. mamalia, terdiri atas anoa, babirusa, ikan duyung,
kuskus, monyet hitam, beruang, tarsius, monyet, seba, kuda, sapi, dan banteng.
b. reptil, terdiri atas biawak, komodo, kura-kura, buaya, ular, dan
boa-boa.
c. amphibia, terdiri atas katak pohon, katak terbang, dan katak air.
d. berbagai macam burung, natara lain burung dewata, maleo,
mandar, raja udang, burung pemakan lebah, rangkong, kakak tua, nuri, merpati,
dan angsa.
3) Wilayah Fauna Indonesia Bagian Timur
wilayah fauna Indonesia timur atau wilayah paparan sahul meliputi wilayah papua (Irian Jaya) dan pulau-pulau yang ada di sekitarnya. wilayah Indonesia bagian timur dengan wilayah fauna kepulauan Wallace dibatasi oleh garis Weber. fauna Indonesia timur meliputi jenis hewan berikut:
a. mamalia, terdiri atas kanguru, walaby, beruang, nokdiak (landak irian), oposum layang (pemanjat berkantung), kuskus, kanguru pohon, dan kelelawar.
b. reptilia, terdiri atas buaya, biawak, ular, kadal, dan kura-kura.
c. amphibia, terdiri atas katak pohon, katak terbang, dan katak air.
d. burung, terdiri atas nuri, raja udang, cendrawasih, kasuari, dan mandar.
e. berbagai jenis ikan.
f. berbagai macam serangga.
wilayah fauna Indonesia timur atau wilayah paparan sahul meliputi wilayah papua (Irian Jaya) dan pulau-pulau yang ada di sekitarnya. wilayah Indonesia bagian timur dengan wilayah fauna kepulauan Wallace dibatasi oleh garis Weber. fauna Indonesia timur meliputi jenis hewan berikut:
a. mamalia, terdiri atas kanguru, walaby, beruang, nokdiak (landak irian), oposum layang (pemanjat berkantung), kuskus, kanguru pohon, dan kelelawar.
b. reptilia, terdiri atas buaya, biawak, ular, kadal, dan kura-kura.
c. amphibia, terdiri atas katak pohon, katak terbang, dan katak air.
d. burung, terdiri atas nuri, raja udang, cendrawasih, kasuari, dan mandar.
e. berbagai jenis ikan.
f. berbagai macam serangga.
Dampak Kerusakan Flora dan Fauna Terhadap Kehidupan
Pengaruh kerusakan flora dan fauna terhadap kehidupan antara lain sebagai berikut:
1.
akibat penebangan hutan secara liar
dan tidak diimbangi upaya reboisasi akan berpengaruh terhadap
kelangsungan hidup hewan dan berkurangnya kesuburan tanah yang akhirnya
akan membawa pengaruh yang lebih luas seperti banjir dan erosi.
2.
selain erosi dan banjir, penebangan
hutan secara liar akan mempengaruhi kualitas iklim dan persediaan
air tanah.
3.
pembudidayaan pertanian didaerah
pegunungan , tanpa menggunakan sistem sengkedan/ terasering, merupakan salah
satu penyebab kerusakan lingkungan yang berpengaruh terhadap lingkungan karena
dapat menyebabkan dapat terjadinya erosi, longsor dan produktivitas pertanian
menurun.
4.
adanya kepunahan beberapa spesies
flora dan fauna di habitatnya, salah satu penyebabnya adalah penebangan hutan
secara liar.
upaya untuk pelestarian flora dan fauna harus
dilakukan hal-hal sebagai berikut:
1.
ditetapkan Undang-undang no. 5 tahun
1967 tentang perlindungan alam
2.
pembangunan harus dilarahkan pada
pembangunan yang berwawasan lingkungan
3.
meningkatkan kesadaran akan nilai-nilai
ilmiah dan ekonomi masyarakat agar mereka turut serta melestarikan lingkungan.
4.
menetapkan lokasi-lokasi baru untuk
perlindungan flora dan fauna.
.
Bab III
Kesimpulan
Biosfer adalah tempat tinggal organisme, dalam hal ini hewan dan
tumbuhan.
A.
Faktor yang Mempengaruhi Persebaran Flora dan Fauna
1. Iklim, meliputi: suhu, curah hujan, kelembapan dan angin.
2. Edafik (tanah).
3. Fisiografi/relief/bentang lahan.
4. Biotik.
1. Iklim, meliputi: suhu, curah hujan, kelembapan dan angin.
2. Edafik (tanah).
3. Fisiografi/relief/bentang lahan.
4. Biotik.
B.
Persebaran Flora dan Fauna Dunia
1. Flora
1. Flora
- Gurun, contoh: Gurun Sahara di Afrika, Gurun Nevada di Amerika Serikat.
- Padang rumput/grassland, tersebar di Australia, Amerika Selatan, Afrika.
- Tundra/padang lumut, tersebar di Amerika Utara, Siberia, Eropa Utara.
- Hutan hujan/rainforest, tersebar di Indonesia, Malaysia, Amerika Selatan.
- Taiga, tersebar di Erasia, Amerika Utara.
2.
Fauna
- Kawasan Australis: Australia, Selandia Baru, Indonesia bagian timur. Contoh: kanguru, kasuari, hewan berkantung.
- Kawasan Neotropik: Amerika Selatan, Amerika Tengah. Contoh: kera, tapir.
- Kawasan Paleartik: Eropa, Asia, Afrika. Contoh: sapi, kambing, robin.
- Kawasan Ethiopia: selatan Gurun Sahara, Madagaskar. Contoh: jerapah, zebra, kuda nil, badak.
- Kawasan Oriental/Asiatik: India, Sri Lanka, Indocina, Indonesia. Contoh: gajah, harimau, orang utan.
- Kawasan Neartik: Amerika Utara. Contoh: kelelawar, tupai, tikus berkantung.
- Persebaran Flora dan Fauna Indonesia
1.
Flora
- Flora Sumatera–Kalimantan: didominasi hutan hujan tropis.
- Flora Jawa–Bali: hutan hujan tropis, hutan mangrove, hutan musim, sabana.
- Flora Wallacea (daerah peralihan): hutan campuran, hutan pegunungan, sabana.
- Flora Irian Jaya: flora khas Eucaliptus
.2.
Fauna
- Fauna Asiatik/oriental/wilayah barat: memiliki kesamaan dengan fauna Asiatik.
- Contoh: harimau, gajah, badak.
- Fauna Wallacea/peralihan/wilayah tengah: campuran Asiatik dan Australis, terdapat fauna endemik. Contoh: komodo, anoa, babi rusa, maleo.
- Fauna Australian/wilayah timur: memiliki kesamaan dengan fauna Australis.
- Contoh: cenderawasih, kasuari, binatang berkantung.
Daftar
pustaka